Ruh aulia Allah, yang diam di galang-gang matahari,

Yang berulang ka Kaʿbat Allah,

’Kan pemanggil aulia Allah,

Yang diam di Pintu Lawang Langit,

Yang berulang ka Intan Puteh

Dahulu[2] Misir, petang dan pagi,

Tahu menghidupkan ranting yang mati

Tahu mengembang bunga yang layu,

Tahu menjawatkan kata Allah,

Dengan berkat la-ilaha-illa-’llah,