Bukan-nya aku yang menggrak,
’Toh Bujang Sibor yang menggrakkan.
After sounding the decoy-tube—
Aku minta’ arak, minta’ iringkan,
Masok kadalam gendala[24] kami.
On reaching the hut—
Bumbun bernama Raja Sakti,[25]
Dĕkut bernama Si Raja Gila[26]
Gila Kapor, gila Puding, gila Sarap,