APPENDIX

CHAPTER I

NATURE

Creation of the World

Introduction to Pawang’s Book[1] [Chap. i. p. [2].

Bahwa ini fasal pada menyatakan surat pawang yang pertama-tama katurunan deripada Nabi Allah Adam, dengan berkat muʿjizat Nabi kita Muhammad Rasul Allah sall’ Allahu ʿaleihi al-salam dengan berkat Dato’ Kathi Rabun Jalil, yang diam di Medinah yang sembahyang di Kaʿbat Allah dengan berkat Toh Sheikh Aʿalim Puteh yang bersandar di tiang ʿarash, yang tahu ’kan Lokh Mahpar yang menyuratkan dua kali mahshadat yang mengedap di pintu Kaʿbah serta dengan berkat Toh Saih Panjang Janggut yang diam di Beringin Sonsang serta dengan berkat Toh Kuning Maʿalim Jaya yang berdiam di Gunong Ledang dengan berkat Toh Puteh Sabun Mata yang diam di Gunong Berapi serta dengan berkat Toh Maʿalim Karimun yang berdiam di Pulau Karimun, serta dengan berkat Toh Lambang Lebar Daun yang diam di hulu Palembang di lembah Patawalau di bukit Saguntang-guntang tempat pinang beribut, dengan berkat Dang Pok Dang Leni, dengan berkat sakalian Wali Allah, dengan berkat Ibu serta Bapa, dengan berkat muʿjizat Bulan dan Matahari, dengan berkat Daulat Sultan Manikam yang diam di Puncha ʿArash, yang memegang sakalian benih anak Adam ia itulah ada-nya.

Tatkala Klam di-kandong Kabut, Kabut lagi di-kandong Klam, lagi didalam rahim hewanan Tuhan diam-diam aldiaman, Bumi belum bernama Bumi, Langit pun belum bernama Langit, Allah pun belum bernama Allah, Muhammad pun belum bernama Muhammad, ʿArash pun belum, Krusi pun belum, Samad awang-awang pun belum ada, maka sedia terjali dengan sendiri, yang jadikan sakalian ʿalamini, maka Ia-lah Pawang yang Tuha ada-nya. Maka jadikan Bumi itu sa-lebar dulang Langit sa-lebar payong, maka ia-itu ʿalam-nya Pawang ada-nya, maka datang-lah ia berahi sedia itu dengan sendiri-nya, maka terpanchar-lah sri manikam-nya itu di hati bumi sa-tapak [k]adam[2]itu, tersunjam tujoh petala Bumi, tersondak tujoh petala Langit, maka bergetoh-lah[3] tiang ʿarash, maka ia-itulah kuderat Pawang ada-nya.

Shahadan adalah asal-nya Pawang itu terlebeh dahulu deripada dahulu, ia-itulah Allah serta di-thahirkan-nya dengan chahia bulan dan matahari, maka ia-itu kanyata’an-nya pawang yang sabenar-benar-nya pawang ada-nya.